Britanusantara.id, Tanjabtim – Seorang wartawan media online bicarajambi.com di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, mendapat pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal, yang diduga berasal dari seseorang dengan pasca pemberitaan Pom bensin Kecamatan Rantau Rasau beberapa waktu lalu, pada Kamis (5/02/2026).
Pesan singkat tersebut berisi pesan : “ Bang ku minta tolong sama abg, bang sudahlah jgn di ganggu lgi adek aku ***** di telok serdang,tu adek aku bang, abg klu butuh duit rokok minta aja bagus bagus dikasi tu,ingat bang kata guru, satu guru satu ilmu jgn saling ganggu hehehe.”
Sementara itu, Wartawan yang menerima ancaman tersebut, Igun, mengatakan bahwa pesan WhatsApp yang diterimanya telah membuatnya merasa sangat terganggu dan tidak nyaman. Ia juga mengungkapkan ketidakjelasan motif dibalik pesan WhatsApp tersebut.
“Saya tidak tahu apa yang menjadi masalah, tiba-tiba saya menerima pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal. Hal ini sangat mengganggu kenyamanan saya,” ujar Igun.
Lebih lanjut, Igun menambahkan bahwa ia menduga ancaman tersebut terkait dengan pemberitaan tentang pelangsir di POM Bensin yang beberapa waktu lalu ia liput. “Jika merasa keberatan dengan pemberitaan, oknum pengusaha ilegal seharusnya menggunakan hak jawab sesuai ketentuan yang ada, bukan dengan cara gunakan orang lain atau preman kirim pesan WhatsApp seperti ini,” tegas Igun.
Ia juga menegaskan bahwa masalah harus diselesaikan dengan komunikasi yang baik, bukan dengan teror. Igun pun mengingatkan bahwa jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh undang-undang, dan pers berfungsi sebagai pilar demokrasi, memberikan informasi, pendidikan, dan hiburan kepada publik, serta melakukan kontrol terhadap pelanggaran hukum, termasuk yang berkaitan dengan usaha ilegal.
“ Jika pesan WhatsApp seperti itu terulang, saya akan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini,” ujar Igun.
Sementara itu, MR ??? yang diduga mengirimkan pesan WhatsApp tersebut saat dimintai keterangan terkait chat tersebut hanya menjawab sekedar memberi saran kepada awak media. tidak memberikan klarifikasi lain maupun hak jawab saat dikonfirmasi oleh media.(Tim)















Discussion about this post