Britanusantara.id, JAMBI — Kontingen atletik Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mencatat prestasi dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Atletik Jambi tahun 2025. Hanya dengan mengirimkan 17 atlet, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tanjabtim berhasil menyabet 20 medali emas, 8 perak, dan 9 perunggu, sekaligus mengamankan peringkat ketiga dalam klasemen akhir.
Kejurprov berlangsung selama tiga hari mulai 17–20 Juli di Stadion KONI Jambi dan diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.
Kota Jambi menurunkan kontingen terbesar dengan 82 atlet, disusul Batanghari sebanyak 42 atlet. Tanjabtim yang datang dengan jumlah peserta paling ramping, justru menjadi sorotan karena efektivitas capaian medali mereka.
“Ini pencapaian luar biasa. Dengan jumlah atlet yang sangat terbatas, mereka tetap mampu membawa pulang puluhan medali. Semangat mereka luar biasa,” ujar Ketua KONI Tanjabtim, Rustam Hasanuddin, Minggu, 20 Juli 2025.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah untuk menunjang prestasi ke depan.
“Kami berharap sarana dan prasarana pelatihan atlet bisa segera direalisasikan. Ini sangat penting untuk kelangsungan prestasi atletik di Tanjabtim,” katanya.
Ketua PASI Tanjabtim, Rully Wardoyo, turut mengapresiasi perjuangan atlet. Namun ia menyoroti keterbatasan fasilitas yang selama ini menjadi tantangan utama dalam pembinaan.
“Saat ini kami hanya bisa berlatih di GOR dengan permukaan cor beton. Itu sangat berisiko bagi atlet, terutama di cabang lari dan lompat. Kami sangat berharap pemerintah daerah bisa menghadirkan lintasan latihan yang lebih aman dan sesuai standar,” ujarnya.
Meskipun dalam kondisi yang jauh dari ideal, para atlet tetap menunjukkan semangat tinggi dan kedisiplinan yang menjadi kunci keberhasilan mereka di Kejurprov tahun ini.
Capaian ini juga menjadi langkah awal Tanjabtim dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. PASI menyebut telah menyiapkan program regenerasi dan pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan atlet-atlet muda potensial dari daerah.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari proses panjang menuju prestasi yang lebih tinggi. Kami ingin membina atlet secara jangka panjang,” kata Rully.(HMSKONI)














Discussion about this post