Britanusantara.id, Tanjabtim – Satu (1) unit alat berat PC 50 berserta pria berinisial AG, sebagai operator alat berat ditahan warga Kelurahan Simpang, dengan dugaan sebagai tersangka perambahan kawasan hutan di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
Kini AG merupakan warga Tanjung Kuningan beserta alat berat eksavator PC 50 telah ditangkap puluhan warga Kelurahan Simpang,” AG ini merupakan operator alat berat mengatakan kami hanya disewa untuk membuat parit kecil.

AG diduga telah melakukan tindak pidana penggalian ratusan meter di kawasan hutan konservasi Tahura Kecamatan Berbak dengan menggunakan satu alat berat ekscavator PC 50.
AG mengaku hanya kerja sebagai operator alat berat, kami hanya di sewa oleh warga yang berdomisili di Desa Sungai Aur Kabupaten Muaro Jambi yang berinisial Filin.

“Hal ini mengingat pentingnya ekosistem Tahura Berbak, bagi masyarakat Berbak Tahura ini telah ditetapkan sebagai Kawasan Tahura melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kami masyarakat sekitar akan menjaganya.
Penindakan yang dilakukan oleh warga ini harus menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak lainnya yang melakukan kegiatan perusakan lingkungan dan kawasan hutan di Berbak khususnya di Tahura Berbak.
Saiful salah satu warga mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari adanya kecurigaan warga karena ada alat berat masuk di kawasan hutan Tahura dan diduga melakukan aktifitas ilegal dikawasan Tahura.
Menindaklanjuti hal tersebut, Senin (4/8/2024) warga sekitar menginformasikan kepada warga lainnya dan melakukan pengecekan ke dalam lokasi yang dugaan kawasan hutan Tahura Berbak dan menemukan benar adanya 1 unit eksavator yang sedang beroperasi.
“Mengingat yang dilakukan ini salah satu tindakan ilegal, agar menimbulkan efek jera bagi pelaku perusakan hutan Tahura, kami menahan eksavator dan akan menyerahkan operator AG ke pihak yang berwenang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya maupun denda pidana, agar ada efek jera dan menjadi pembelajaran bagi yang lainnya,” tegas Saiful.
Terpisah, Camat Berbak Nopi Ardiansyah SH saat dikonfirmasi wartawan britanusantara.id belum ada informasi resmi terkait penangkapan alat berat yang beroperasi di hutan Tahura Berbak.(GUN)















Discussion about this post