Britanusantara.id, Tanjabtim – Puluhan Sopir Sopir Truk Angkutan Mobil Sawit dari beberapa kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) akan memblokir Jalan Provinsi di Desa Lambur I Besok Rabu (26/11/2025), sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan lintas Muara Sabak – Rantau Rasau yang tak kunjung diperbaiki, para sopir akan lakukan pemblokiran.
Pemblokiran jalan Provinsi di Desa Lambur ini sudah beredar melalui pesan suara di beberapa grup WhatsApp Khusus sopir pada hari selasa (25/11/2025) bunyi pesan suara yang mengatakan besok pagi para sopir mobil truk muatan buah sawit akan melakukan pemblokiran jalan Lambur Kecamatan Sabak Timur, pemblokiran jalan sebagai simbol perlawanan, menuntut Gubernur Jambi Al Haris, segera turun tangan memperbaiki jalan.
“Terakhir ada pernyataan pemerintah provinsi Jambi dibeberapa media online bahwa pemerintah provinsi Jambi mengucurkan dana sebanyak 3 milyar untuk tanggap darurat untuk perbaikan jalan tertentu, jalan rusak berat serta pemeliharaan Dinas PU Provinsi Jambi selain itu pembangunan infrastruktur jalan secara umum menjadi prioritas.

Mana pernyataan pemerintah provinsi yang mau mengucurkan dana sebanyak 3 milyar tersebut untuk memprioritaskan jalan provinsi?? Jangan dibiarkan rusak parah,” ujar seorang sopir.
Salah satu sopir yang enggan disebut namanya, saat dikonfirmasi kami siap mendirikan tenda darurat menyatakan tidak akan membuka kembali akses jalan sebelum ada kejelasan dan komitmen perbaikan dari pihak Pemerintah Provinsi Jambi, kita tetap memprioritaskan seperti ambulance.
“Kerusakan ini sudah bertahun-tahun. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Masyarakat sudah sangat resah, mana janji Gubernur Jambi waktu masa kampanye dulu,” Riyan salah satu sopir travel menambahkan.
Aksi sopir ini baru mendapat respons dari pihak Sopir Travel, namun kalau bisa langsung kita aksi di kantor Gubernur Jambi atau dinas PU PR provinsi. Kita akan ikut aksi besar-besaran, kalau bisa jangan sampai memblokir jalan, kasian ada mobil sayur atau ikan pedagang kalau sempat ada pemblokiran jalan.
Sebelumnya, sopir mobil berinisiatif memperbaiki jalan secara swadaya dengan menimbun lubang menggunakan kayu dan batu, namun cara tersebut justru memperparah kondisi jalan yang menjadi lumpur saat hujan dan makin sulit dilalui.
Warga menegaskan, pemblokiran jalan akan terus dilanjutkan hingga ada tindakan konkret dari pemerintah provinsi terhadap kerusakan jalan utama yang menjadi jalur vital transportasi dan ekonomi di beberapa Kecamatan tersebut.” Kasihan lihat sopir angkutan hasil panen para petani, sopir harus nginap 3 malam baru bisa melewati jalan yang rusak tersebut.(Gun)















Discussion about this post